Minggu, 11 April 2010

PENGERTIAN LINGKUNGAN

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.



LINGKUNGAN HIDUP

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.

Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Unsur Hayati (Biotik)


Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

2. Unsur Sosial Budaya


Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

3. Unsur Fisik (Abiotik)

Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

TEORI KLASIK DALAM PENDIDIKAN

Manusia Dan Perkembangannya
Teori Perkembangan Manusia

Pada pembahasan jiwa (anima|) diketahui bahwa manusia memiliki kesempurnaan dibanding makluk yang lain. Manusia dalam hidup mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun kejiwaan (fisiologis dan psikologis). Banyak faktor yang menetukan perkembangan manusia, yang mengakibatkan munculnya berbagai teori tentang perkembangan manusia. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut :
a. Teori Nativisme
Pelopor teori ini adalah Schopenhauer. Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh nativus atau faktor-faktor bawaan manusia sejak dilahirkan. Teori ini menegaskan bahwa manusia memiliki sifat-sifat tertentu sejak dilahirkan yang mempengaruhi dan menentukan keadaan individu yang bersangkutan. Faktor lingkungan dan pendidikan diabaikan dan dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan manusia.
Teori ini memiliki pandangan seolah-olah sifat-sifat manusia tidak bisa diubah karena telah ditentukan oleh sifat –sifat turunannya. Bila dari keturunan baik maka akan baik dan bila dari keturunan jahat maka akan menjadi jahat. Jadi sifat manusia bersifat permanen tidak bisa diubah. Teori ini memandang pendidikan sebagai suatu yang pesimistis serta mendeskreditkan golongan manusia yang “kebetulan” memiliki keturunan yang tidak baik.

b. Teori empirisme
Berbeda dengan teori sebelumnya, teori ini memandang bahwa perkembangan individu dipengaruhi dan ditentukan oleh pengalaman-pengalaman yang diperoleh selama perkembangan mulai dari lahir hingga dewasa. Teori ini memandang bahwa pengalaman adalah termasuk pendidikan dan pergaulan. Penjelasan teori ini adalah manusia pada dasarnya merupakan kertas putih yang belum ada warna dan tulisannya akan menjadi apa nantinya manusia itu bergantung pada apa yang akan dituliskan.
Pandangan teori ini lebih optimistik terhadap pendidikan, bahkan pendidikan adalh termasuk faktor penting untuk menenukan perkembangan manusia. Teori ini dipolopori oleh Jhon Locke.




c. Teori Konvergensi
Teori ini merupakan gabungan dari kedua teori di atas yang menyatakan bahwa pembawaan dan pengalaman memiliki peranan dalam mempengaruhi dan menentukan perkembangan individu. Asumsi teori ini berdasar eksperimen dari William Stern terhadap dua anak kembar. Anak kembar memiliki sifat keturunan yang sama, namun setelah dipisahkan dalam lingkungan yang berbeda anak kembar tersebut ternyata memiliki sifat yang berbeda. Dari sinilah maka teori ini menyimpulkan bahwa sifat keturunan atau pembawaan bukanlah faktor mayor yang menentukan perkembangan individu tapi turut juga disokong oleh faktor lingkungan.
Faktor pembawaan manusia dalam teori ini disebut sebagai faktor endogen yang meliputi faktor kejasmanian seperti kulit putih, rambut keriting, rambut warna hitam. Selain faktor kejasmanian faktor ada juga faktor pembawaan psikologis yang disebut dengan temperamen. Temperamen berbeda dengan karakter atau watak. Karakter atau watak adalah keseluruhan ari sifat manusia yang namapak dalam perilaku sehari-hari sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan dan bersifat tidak konstan. Jika watak atau karakter bersifat tidak konstan maka temperamen bersifat konstan. Selain temperamen dan sifat jasmani, faktor endogen lainnya yang ada pada diri manusia adalah faktor bakat (aptitude). Aptitude adalah potensi-potensi yang memungkinkan individu berkembang ke satu arah.
Untuk faktor lingkunganyang dimaksud dalam teori ini disebut sebagai faktor eksogen yaitu faktor yang datang dari luar diri manusia berupa pengalaman, alam sekitar, pendidikan dan sebagainya yang populer disebut sebagai milieu. Perbedaan antara lingkungan dengan pendidikan adalah terletak pada keaktifan proses yang dijalankan. Bila lingkungan bersifat pasif tidak memaksa bergantung pada individu apakah mau menggunakan kesempatan dan manfaat yang ada atau tidak. Sedangkan pendidikan bersifat aktif dan sistematis serta dijalankan penuh kesadaran.

Hubungan Individu dengan Lingkungan
Pada teori konvergensi disebutkan bahwa lingkungan memiliki peranan penting dalam perkembangan jiwa manusia. Lingkungan tersebut terbagi dalam beberapa kategori yaitu :
a. Lingkungan fisik ; berupa alam seperti keadaan alam atau keadaan tanah serta musim
b. Lingkungan sosial ; berupa lingkungan tempat individu berinteraksi. Lingkungan sosial dibedakan dalam dua bentuk :
1). Lingkungan sosial primer : yaitu lingkungan yang anggotanya saling kenal
2). Lingkungan sosial sekunder : lingkungan yang hubungan anatar anggotanya bersifat longgar.

Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata memiliki hubungan timbal balik lingkungan mempengaruhi individu dan individu mempengaruhi lingkungan. Sikap individu terhadap lingkungan dapat dibagi dalam 3 kategori yaitu :

a) Individu menolak lingkungan jika tidak sesuai dengan yang ada dalam diri individu
b) Individu menerima lingkungan jika sesuai dengan dengan yang ada dalam diri individu
c) Individu bersikap netral atau berstaus quo.

Gejala/Peristiwa Kejiwaan
Jiwa manusia memiliki kekuatan dan kemampuan yang terdiri atas 3 golongan besar yaitu :
a. Kemampuan jiwa yang berhubungan dengan pengenalan (kognisi)
c. Kemampuan jiwa yang berhubungan dengan perasaan (emosi)
d. kemampuan jiwa yang berhubungan dengan kemauan (konasi)
Kemampuan-kemampuan itulah yang digunakan oleh manusia dalam berhadapan dan berhubungan dengan lingkungannya (di dalam mapun di luar), termasuk dalam mengolah informasi yang ada pada lingkungannya yang disebut dengan stimulus atau rangsang.

Stimulus

Stimulus sendiri di artikan sebagai segala sesuatu yang mengenai reseptor dan menyebabkan yang menyebabkan aktifnya organisme . atau Stimulus sendiri diartikan sebagai “any force acting on receptor and making it active” (Woodworth & Marquis). Agar stimulus dapat dapat diolah dan diterima serta disadari oleh reseptor manusia, maka stimulus harus cukup kuat. Oleh karenanya maka ukuran kekuatan stimulus yang paling lemah untuk mampu ditangkap oleh reseptor manusia disebut sebagai ambang stimulus. Bila kekuatan stimulus ditambah maka akan menjadi kuat dan manusia akan menjadi mampu membedakan antara sitimulus yang satu dengan stimulus yang lain. Namun walau telah ditambah kekuatanya manusia tidak mampu menangkap atau menyadari maka stimulus tersebut telah mencapai ambang terminal; yaitu kondisi kekuatan stimulus maksimal yang yang tidak dapat disadari lagi. Sehingga range antara ambang stimulus hingga ambang terminal merupakan daerah kemampuan manusia untuk menangkap stimulus. Misal kekuatan stimulus untuk penglihatan adalah berkisar antara 390 mili micron hingga 760 mili micron. Telinga manusia hanya dapat mendeteksi gelombang suara antara 20 sapai 20.000 hertz serta manusia hanya bisa menerima suhu dalam range 10 hingga 45 derajat Celcius.



Kemampuan jiwa yang berhubungan dengan pengenalan (kognisi)
Sensasi
Tahapan awal diterimanya stimulus dalam diri manusia disebut sebagai peristiwa sensasi (sense) atau penginderaan. Sensasi sendiri berarti penerimaan stimulus melalui alat indera atau “pengalaman elementer yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual yang berhubungan denagn alat indera” (benyamin B Bolman).
Sensasi menjadi penting dalam hidup manusia karena melalui sensasi manusia dapat mengenal kualitas lingkungannya. Alat yang digunakan untuk melakukan sensasi adalah reseptor atau aalat indera yang terdiri dari lima (panca indera) yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan perasa.

Syarat-syarat terjadinya sensasi sebagai berikut :
a. Adanya objek yang diamati atau kekuatan stimulus
Objek menimbulkan stimulus yang mengenai indera (reseptor) sehingga terjadi sensasi.. Untuk bisa diterima oleh indera diperlukan kekuatan stimulus yang disebut sebagai ambang mutlak (absolute threshold).
b. Kepastian alat indera (reseptor) yang cukup baik serta syaraf (sensoris) yang baik sebagai penerus kepada pusat otak (kesadaran) untuk menghasilkan respon
c. Pengalaman dan lingkungan budaya. Pengalaman dan budaya mempengaruhi kapasitas alat indera yang mempengaruhi sensasi.

Dari syarat tersebut maka proses sensasi terdiri dari 3 tahapan yang meliputi :
a. proses fisik ; stimulus mengenai alat indera atau reseptor disebut sebagai proses kealaman
b. proses fisiologis ; stimulus yang mengenai alat indera diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak
c. proses psikologis ; yaitu proses di otak yang menyebabkan organisme mampu menyadari apa yang diterima dengan inderanya. Ini merupakan proses terakhir dari sensasi dan merupakan pengamatan atau sensasi yang sebenarnya.

PENGERTIAN PENDIDIKAN

Kamus Bahasa Indonesia, 1991:232, Pendidikan berasal dari kata "didik", Lalu kata ini mendapat awalan kata "me" sehingga menjadi "mendidik" artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Menurut bahasa Yunani : pendidikan berasal dari kata "Pedagogi" yaitu kata "paid" artinya "anak" sedangkan "agogos" yang artinya membimbing "sehingga " pedagogi" dapat di artikan sebagai "ilmu dan seni mengajar anak".

Menurut UU No.20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Wikipedia, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Dari pernyataan diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Sabtu, 10 April 2010

Asas teritorialiteit :

Asas teritorialiteit :

Adalah asas yang memberlakukan KUHP bagi semua orang yang melakukan pidana di dalam lingkungan wilayah Indonesia. Asas ini dapat dilihat dari ketentuan Pasal 2 dan 3 KUHP. Tetapi KUHP tidak berlaku bagi mereka yang
memiliki hak kebebasan diplomatik berdasarkan asas ”
ekstrateritorial

Sabtu, 06 Maret 2010

Bila kasih sayang memanggil...
Menyudutkan hati u/ rebah dan takut pada sang cinta..
Semestinya kita bahagia,karna masih punya hati..
Pada sebuah hati,rindu dan cinta ini kan ku semaikan...
Ingin kutenggelamkan diri dalam pusara rindu&kasihku...
Hanyut dalam kasihmu...
Dibalik tirai-tirai cinta,,
Setahun sudah cintaku berlalu,
Meninggalkan seribu kenagnan,sejuta makna...
Di hati peuh balutan luka..
Yang kau tinggalkan sbagai kenangan..
Tiadalah daya ku melupakanya,
Meski kutau kau tlah berdua..
Dibalik tirai-tirai cinta itu..
Masih ada rasa tak menentu...
Senyumnya adalah bahagiaku
Malam ini bulan tenggelam...
Bulan di kotaku,bulan di hatiku...
Namun di sudut hati yang lain ada yg tersenyum,
Namun bukankah bahagianya adalah bahagiaku...??
Terlebih senyumnya adalah bahagiaku juga...
Bahagialah malammu...
Malam datang...
Kupeluk sepi,lalu datang hening...
Meski ada galau yang mengusik desahmu,
Semoga kamu tetap terlelap dalam buaian mimpi terindah...
Bahagialah malammu...
Berbungalah mimpimu...
Sujudku untuk malammu,
Di ujung malam yang berjelaga,
Kurajut hening dan cipta...
Mencoba merasakan lelahmu...
Hening dan ciptaku membawa nafas do’a untuk keindahan dlm tidurmu...
Sujudku untuk malammu,
Do’aku untuk senyum terteduh dalam mimpimu...
Terindah
Segalanya telah tertebas waktu...
Ku masih terasing sepi memanggil namamu,
Diujung sapaku yang tertatih menujumu
Ku coba teduh dalam satu hiba...
Semoga kau tetap yang terindah yang kutemui dalam perjalanan hidupku...
Andai rindu bersambut
Rinduku akan setia mengiringi harimu...
Seperti hatiku yang selamanya ingin berada dalam payung mata beningmu,
Rebah sudah kangenku berlabuh padamu...
Diam tak bergerak...
Lalu terbaring manja di permadani hatimu,
Andai rinduku bersambut...
Aku kan tersenyum dan menangis di sudut bibirmu,
Saat raga dan mata kita bertemu...
Tirai-Tirai Cinta
Segala cerita tentangmu masih tertinggal di jiwaku...
Mengendap keras dalam lelahnya pengembaraanku,
Sungguh...
Terlalu berat memikul beban rindu ini,
Andai kau tahu itu...
Terlalu indah melewatkan setiap gelisah yang hadir,
Setiap rindu yang mengetuk” di balik temaram senja...
Dan setiap cinta yang mengalir di hembusan nafas...
Di balik Tirai-Tirai Cinta...
Ruang hati
Hatiku kini pun punya ruang yang ku isi namamu...
Kujaga setiap pagi dengan kangen dan rindu,
Tidakkah ingin kau lihat sekali waktu...??
Rindu ini telah sampai di titik penghabisan,
Sgalanya menjadi satu dalam sebuah rasa...
Ku ingin segera bertemu,agar tiada kangen yang menyiksa...
Aku menunggumu...
Dalam diamku ada rindu..
Di tepian hati kutulis rindu dalam diam,
Menguraikan bait demi bait...
Lalu bebas masuk dalam cintamu yanpa tanya dan ragu lagi..
Untuk apa ku ingkari nurani...
Kebersamaan dan kedekatan yang kita jalan...
Telah menumbuhkan binar-binar rindu stiap kita tak bertemu...
Apa yang tersisa dari perjalanan kita selama ini..??
Selain kangen dan rindu yang terus berontak dari kedalamanya...
Aku tersudut seorang diri,
Kupandangi langit yang luas tak terbatas...
Kuraba hati kembali,
Mengukur kangen dan rindu yang hinggap...
Untukmu...

Sabtu, 30 Januari 2010

kata mutiara kehidupan

Cintai Kehidupan
Cintailah kehidupan, dan kehidupan akan mencintai anda. Cintailah orang lain, dan mereka akan mencintai anda.
Love life and life will love you back. Love people and they will love you back.
~ Arthur Rubinstein

Cinta Seorang Pria
Seorang pria mencintai kekasihnya paling banyak, mencintai istrinya paling baik tapi mencintai ibunya paling lama
A man loves his sweetheart the most, his wife the best, but his mother the longest.
~ Irish Proverb

Hal Kecil
Dalam hidup ini kita tidak dapat melakukan hal yang besar, kita hanya dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar.
In this life we cannot do great things. We can only do small things with great love.
~ Mother Teresa

Kedamaian Yang Terlupakan
Jika tidak ada kedamaian di antara kita, itu dikarenakan kita telah melupakah bahwa kita memiliki satu sama lain.
If we have no peace, it is because we have forgotten that we belong to each other.
~ Mother Teresa

Kelemahan Manusia
Kelemahan manusia yang paling besar adalah keraguannya untuk mengatakan pada orang sekitar seberapa besar dia mencintai mereka, ketika mereka masih hidup.
The greatest weakness of most humans is their hesitancy to tell others how much they love them while they’re still alive.
~ O.A. Battista

TINGGALKAN KOMENTAR
Posted on: October 7th, 2009 by Kata Bijak Motivasi6 Comments

Lawan Kata Cinta
Lawan kata dari ‘cinta’ bukanlah ‘benci’, tapi ‘pengabaian’. Dan kalau kamu membenci saya, berarti kamu masih peduli pada saya dan kita masih saling berhubungan, dan saya masih punya kesempatan untuk membantu memperbaiki hidupmu.
The opposite of love isn’t hate. It’s indifference. And if you hate me, that means you still care and we’re still connected and I still have a chance to set you right.
~ Bree Van De Kamp (Desperate Housewives)

Jumat, 15 Januari 2010

-- Jangan putus asa , tidak semua orang menilai manusia dari fisiknya
.. DONT JUDGE THE BOOK BY THE COVER .. (Jangan menghukum buku karena
dia meninggalkan koper).

-- Jangan salahkan diri anda kalau anda jelek, salahkanlah orangtua
anda, karena jelek itu keturunan .. LIKE FATHER LIKE SON (Suka
bapaknya, suka juga sama anaknya).

-- Perbaiki inner beauty anda, itu kalau anda merasa sisi luar anda
udah ancur ga ketolong lagi .. THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN (Jadi cakep
kalo udah ganti kulit)

-- Jgn sakit ati kalo dikatain jelek,cuek aja, pokoknya kafilah
m'gonggong [censored] tetap berlalu .. NO GAIN WITHOUT PAIN (Ga dapet
duit kalo ngga kesakitan dulu...kaya kuda lumping).

-- Jadilah diri anda anda sendiri, kalau anda jelek syukurilah
kejelekan anda .. JUST BEE YOURSELF (Kesengat tawon, itulah kamu (muka
kamu)).

-- Kalau orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaian
manusia tidak selalu benar ... THE TRUTH IS OUT THERE (Yang bener boleh
keluar).

-- Cakep-jelek itu tergantung lingkungan, misalnya anda disini jelek
tapi di Afrika bisa paling ganteng .. THE RIGHT MAN IN THE WRONG PLACE
(Orang disebelah kanan, salah tempat, harusnya disebelah kiri).

-- Cinta tidak memandang cakep atau jelek, gak percaya? Tanyakan hal
ini sama orang jelek .. LOVE IS BLIND (Pacarilah orang buta).


Blogspot Templates by Isnaini Dot Com. Powered by Blogger and Supported by Urban Designs